Belajar Gratis

Minggu, 22 Juli 2018

Memahami Tipe Data, Operator dan Ekspresi pada Algoritma

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk memproduksi produk, tidak hanya satu jenis bahan baku yang diperlukan melainkan berbagai jenis.
Begitu juga dalam membangun program, diperlukan berbagai jenis tipe data untuk diolah sehingga menghasilkan informasi atau output yang bermanfaat. Data menggambarkan suatu nilai yang bisa  dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel. Konstanta menyatakan suatu nilai yang tetap dan variabel menyatakan nilai yang dapat diubah - ubah selama eksekusi program berlangsung.

Jenis tipe data :

1. Bilangan Bulat (integer)
Tipe data integer terdiri dari bilangan bulat tanpa pecahan atau tidak ada angka dibelakang koma
2. Bilangan Real Presisi - Tunggal
Dalam tipe data ini, bilangan bulat mengandung pecahan atau memiliki angka dibelakang koma.
3. Bilangan Real Presisi - Ganda
Sama seperti real presisi - tunggal, bedanya pada jangkauan atau kapasitas daya tampung data.
4. Karakter
Tipe data ini terdiri dari satu huruf atau lebih.
5. Tak Bertipe
Terdiri dari data yang tidak bertipe.
  Baca selanjutnya : Variabel, Konstanta , dan Operator

Program Input dan Output

Untuk menghasilkan sesuatu, kita pasti memerlukan bahan untuk diproses. Contohnya adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi, untuk menghasilkan suatu produk, diperlukan bahan baku untuk diproses sehingga menghasilkan produk jadi. Begitu juga dengan komputer. Untuk menghasilkan output atau informasi, diperlukan data untuk diolah. input dapat dilakukan melalui keyboard, lalu diproses dan menghasilkan output melalui piranti output seperti monitor atau printer.

Program Input
Data di input melalui keyboard saat eksekusi program berlangsung. Fungsi yang digunakan untuk input yaitu scanf() , getch(), dan getche().

1. SCANF()
Fungsi ini digunakan untuk menginput berbagai jenis tipe data dengan menggunakan penentu format data. Seperti pada gambar dibawah ini.

2. GETCH() dan GETCHE()
Fungsi getch() digunakan untuk membaca sebuah karakter, dengan sifat karakter yang di inputkan tidak perlu diakhiri dengan Enter dan karakter yang di inputkan tidak akan ditampilkan di layar.
Fungsi getche() memiliki kegunaan yang sama dengan fungsi getch(), hanya saja yang di inputkan ditampilkan dilayar.


Program Output
Untuk menampilkan output / informasi, digunakan fungsi printf(), puts(), dan putchar().

A. Printf()
fungsi printf() digunakan untuk menampilkan berbagai jenis tipe data. Fungsi printf() sama dengan fungsi scanf() menggunakan penentu format.
 B. Puts()
Fungsi puts() digunakan khusus untuk menampilkan string yang ditampilkan secara otomatis dan di akhiri dengan \n (pindah baris).
 C. Putchar()
Fungsi putchar() digunakan khusus untuk menampilkan sebuah karakter ke layar, akan tetapi tidak diakhiri dengan pindah baris.

Kesimpulan
Informasi atau output merupakan hasil pengolahan data.
Fungsi yang digunakan untuk meng inputkan data adalah fungsi scanf(), getch() dan getche(). Sedangkan fungsi untuk menampilkan informasi atau output adalah fungsi printf(), puts(), dan putchar().

Selanjutnya Baca : Tipe data, Operator, dan Ekspresi

Menerjemahkan Algoritma Kedalam Bahasa Pemrograman

Pada pembahasan kali ini kita menggunakan bahasa pemrograman C.

Struktur Bahasa Pemrograman C
Pemrograman C tersusun dari sejumlah blok fungsi. Sebuah program minimal terdiri dari sebuah fungsi. Setiap fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan.

Bentuk umum struktur program C :
pengarah praprocessor
Nama-fungsi (daftar parameter)
{
     Tubuh fungsi
}
Pengenalan Fungsi
Fungsi merupakan statement yang membangun sebuah program C. Fungsi dapat memiliki bagian pernyataan fungsi yang diawali dengan kurung kurawal buka ({) dan diakhiri kurung kurawal tutup (}) dan ada juga fungsi yang tidak memiliki bagian pernyataan seperti fungsi main ().

Contoh Fungsi :
  • Main()
  • Printf()
  • Scanf()
Prapocessor
Prapocessor dipakai untuk membaca file yang dinamakan dengan file judul (header file). yaitu file yang berisi deklarasi fungsi dan defenisi konstanta. File ini mempunyai ciri yaitu namanya diakhiri dengan ekstensi .h.

Contoh :
#include<studio.h>
Memberikan pernyataan pada compiler agar membaca file bernama studio.h pada saat pelaksanaan kompilasi.

Penulisan Program
C merupakan bahasa pemrograman yang memberikan kebebasan dalam penulisan program dengan catatan penulisannya harus konsisten (disarankan penulisan program menggunakan huruf kecil) dan mudah difahami, sehingga jika terjadi kesalahan mudah ditelusuri.

Contoh penulisan program :
#include<studio.h>
main()
{
printf(Selamat Belajar\n");
printf("Turbo C\n");
}
atau
#include<studio.h>
main(){ printf("Selamat Belaja\n" ); printf("Turbo C\n");}
 Jadi dapat didefenisikan
Algoritma adalah urutan langkah - langkah penyelesaian suatu masalah kegiatan yang tersusun secara sistematis dan logis. Notasi algortima terdiri dari tiga bentuk yaitu deskriptif, chart dan pseudocode.
Penyelesaian suatu masalah atau kegiatan diawali dengan identifikasi atau menentukan masalah, lalu menyusun algoritma dan menerjemahkan algoritma ke dalam bahasa pemrograman..

Mengetahui Notasi Algoritma

Setelah dipembahasan sebelumnya yang membahas mengenai defenisi algoritma dan pemrograman. 
Kali ini akan kita bahas mengenai notasi algoritma.
Secara umum, algoritma memiliki beberapa bentuk dasar, yaitu :
  • Algoritma Sekuensial
Pada algoritma jenis ini, Semua langkah harus dilakukan secara runtut dari awal hingga akhir dan urutannya tidak boleh dibolak - balik.
  • Algoritma Percabangan
 Pada algortima jenis ini, Algortima mempunyai fungsi untuk memilih salah satu dari beberapa pilihan, sehingga langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang terpenuhi.
  • Algoritma Perulangan
Pada algoritma ini terdapat satu atau lebih langkah kegiatan yang dilakukan secara terus - menerus sampai kondisinya sudah tidak terpenuhi lagi.

Ada beberapa bentuk yang bisa disajikan dalam menulis algoritma, antara lain :
  •  Deskriptif
Menulis atau menyusun langkah - langkah penyelesaian masalah atau kegiatan dengan cara menguraikannya dengan menggunakan bahasa formal.
  •  Flow Chart
Menulis atau menyusun langkah - langkah penyelesaian masalah atau kegiatan dengan menggunakan diagram (simbol-simbol flow chart).
  • Pseudocode
Menulis atau menyusun langkah - langkah penyelesaian masalah atau kegiatan mirip atau mendekati bahasa pemrograman yang digunakan.

1. Algoritma Dalam Bentuk Deskriptif

Contoh : Buat algoritma untuk menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan ganjil atau bilangan genap.

Algoritmanya :
- Mulai
- Masukkan sebuah bilangan sembarang
- Bagi bilangan tersebut dengan bilangan 2
- Hitung hasil bagi pada langkah 2
- Bila hasil bagi sama dengan 0 maka bilangan itu adalah bilangan gena, tetapi bila sisa hasil bagi adalah 1 maka bilangan itu adalah bilangan ganjil
- Selesai.


2. Algoritma Dalam Bentuk Flowchart

Flowchart atau bagan alir adalah suatu skema atau gambar yang memperlihatkan urutan instruksi atau kegiatan dan hubungan antara proses beserta instruksinya.
Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian, setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
Berikut contoh simbol - simbol flowchart

Dalam contoh algoritma tentang menentukan apakah suatu bilangan itu bilangan ganjil atau bilangan genap, flowchart nya adalah sebagai berikut :


3. Algoritma dalam Bentuk Pseudocode

Pseudocode digunakan untuk mewakili urutan - urutan proses dari program. Pseudo berarti imitasi, dihubungkan dengan instruksi yang ditulis dalam bahasa komputer.

Contoh algoritma dalam bentuk pseudocode :
Start
Hasil=0
Bilangan = 17
Hasil=Bilangan%2
If (hasil=0)
Print "Bilangan Genap"
Else
Print "Bilangan Ganjil"
end

Baca Juga Mengenai : Menerjemahkan Algoritma Dalam Bahasa Pemrograman

Langkah - Langkah dalam Proses Pembuatan Program Komputer

Langkah - Langkah dalam Proses Pembuatan Program Komputer :
        1. Mendefinisikan masalah dan menganalisanya.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah, antara lain tujuan dari pembuatan program, parameter - parameter yang digunakan, dan fasilitas apa saja yang akan disediakan oleh program. Kemudian menentukan metode atau algoritma yang akan diterapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan terakhir menentukan bahasa pemrograman yang digunakan untuk pembuatan program.

       2. Menyusun langkah - langkah kegiatan pembuatan program.
Setelah masalah atau kegiatan didefenisikan, maka ditetapkan urutan kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pembuatan program seperti gambar dibawah ini :
 Baca Juga mengenai : Notasi Algortima